Inovasi olahan pot bunga dari limbah popok bekas oleh mahasiswa PKN-IPC poltekkes
semarang di desa Sinduaji, Banjarnegara.
PKN IPC/E di Kecamatan Pandanarum
Pada bulan Juni 2023 lalu, Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang melangsungkan kegiatan PKN IPC/E yang merupakan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa dengan pendekatan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu kesehatan. Kegiatan ini melibatkan 144 mahasiswa yang dibagi menjadi 12 kelompok dan ditempatkan di setiap desa di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.
Kecamatan Pandanarum terletak di bagian barat wilayah Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Pekalongan. Kecamatan Pandanarum mempunyai luas 58,56 km2 yang terdiri dari 8 (delapan) desa. Desa Sinduaji merupakan salah satu desa di Kecamatan Pandanarum, yang mana Desa Sinduaji ini menjadi desa tempat kegiatan PKN IPC/E Kelompok 12 Poltekkes Kemenkes Semarang.
Permasalahan Limbah Popok Sekali Pakai
Masyarakat di desa Sinduaji mayoritas dari warganya memiliki bayi dan balita. Sebagian besar ibu di desa Sinduaji memilih memakaikan popok sekali pakai (diaper) pada bayinya. Dalam sehari satu bayi bisa menggunakan sekitar 2-3 popok sekali pakai, sehingga banyak sampah popok bayi yang terbuang setiap harinya. Semakin tinggi popok sekali pakai yang digunakan maka semakin tinggi pula sampah yang dihasilkan. Mirisnya, sampah popok tersebut lebih sering dibuang begitu saja ke sungai ataupun ke kebun.
Tingginya pemakaian popok bayi di masyarakat yang tidak diimbangi dengan pemanfaatan atau pengelolaan setelah pemakaian, tentunya akan menjadi permasalahan yang mencemari lingkungan. Hal tersebut jelas menyebabkan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai. Sehingga, perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan sampah popok sekali pakai tersebut.
Mahasiswa Kelompok 12 PKN IPC/E berinisiatif melakukan satu upaya untuk mengurangi sampah plastik dan menjaga lingkungan yaitu dengan mengelola limbah diapers menjadi barang yang bernilai seperti pot bunga, bata dan paving, sedangkan gelnya dijadikan sebagai bahan dasar pupuk organik cair. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi sampah khususnya limbah diapers agar tidak mencemari lingkungan, khususnya di desa Sinduaji.
Pada Selasa, 20 Juni 2023 kelompok 12 PKN IPC/E melakukan sosialisasi tentang pengolahan limbah diapers pada masyarakat Sinduaji. Dalam Sosialisasi tersebut dilakukan penyuluhan tentang apa itu sampah, jenis-jenis sampah, pengolahan sampah, dan yang terakhir demontrasi video Pengolahan Sampah Diapers Menjadi Pot Bunga.
Upaya ini diterima oleh warga setempat, sebagai langkah tepat pengolahan limbah diaper. Hal ini terlihat dari antusiasme warga pada saat sesi tanya jawab setelah penyuluhan tentang pengolahan limbah diaper diberikan.
Menurut Azizah, dkk (2022) Cara pengolahan limbah popok bayi menjadi pot yaitu: Alat dan Bahan :
a. Pampers bekas (diambil luarnya saja)
b. Semen
c. Kuas cat
d. Pot bunga
e. Plastik
f. Sarung tangan
g. Jarum pentul
h. Gunting
i. Air
j. Ember
k. Skop
Cara Pembuatan :
1. Siapkan pot bunga yang sudah di bungkus dengan plastik kemudian letakan di atas alas plastik
2. Pertama-tama masukan semen kedalam ember kemudian campurkan dengan air secukupnya aduk hingga kira-kira tidak terlalu kental ataupun encer. Perpaduan semen dan air yakni 50:25, semen harus 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan air, agar kepadatan material dasarnya sesuai untuk membentuk pot yang kokoh. Masukkan air ke dalam ember berisi semen, lalu aduk hingga semen dan air menyatu dengan sempurna.
3. Kemudian masukan pampers bekas yang telah di cuci kedalam adonan semen pastikan dibalur hingga merata
4. Siapkan pot tanaman plastik/tanah liat yang telah dilapisi oleh kertas, pot ini dijadikan sebagai cetakan untuk membentuk pot popok bayi bekas. Rapihkan pampers dengan jarum pentul agar rapih dan berikan lubang di atasnya.
5. Setelah selesai menempelkan ke cetakan, ratakan juga dengan jari-jarimu sehingga hasilnya nanti tidak akan terlalu kasar. Lalu diamkan selama 1-2 hari hingga pot mengeras dan kering dengan sempurna.
6. Setelah kering poles kembali pampers yang sudah di cetak dengan adonan semen kemudian jemur kembali.
7. Setelah pot kering, kamu bisa mengecatnya dengan warna kesukaanmu dan bahkan bisa kamu hias dengan tulisan atau gambar lainnya.
8. Setelah cat mengering, bisa langsung kamu isi dengan tanah beserta bibit tanaman favorit kamu. Bisa juga memindahkan tanaman yang sudah tumbuh besar dari pot lain ke dalam pot ramah lingkungan ini.
Dengan upaya ini diharapkan warga, terutama yang memiliki bayi/balita dapat mengolah limbah diapers dengan baik dan tidak membuang ke sembarangan tempat yang dapat mencemari lingkungan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar